'Di dalam membisu..aku jua mengerti..niat baikmu..ingin membawaku kembali..ke suatu tempat..tempat permulaan..yang suci dulu.Untuk dirimu, terimakasih dan ku hargai..Namun..maafkan diri ini..aku tak mungkin berpatah lagi..Halaku di sana, terpaksa ku hadapi apa saja, walaupun harusku kehilangan segalanya..Keinginanmu di daerah suci itu, hanya kealpaan semata..Ia pernah wujud..Namun ia telah terhapus..
Ketahuilah....Terlalu sukar impianmu, dengan kudratku insan biasa..Mana bisa aku hidup dalam alam yang tak lagi wujud..Kau punya pengharapan..Aku juga punya pengharapan..Tetapi masa menjadi jawapannya, lalu aku jadi begini..Entah sampai bila..Aku hanya berserah, dan pasrah..
Semalamku tidak memberi makna..Tanganku terbeban berbagai..Silap dan salah menyusahkanmu..Dan tidak aku kesali ketelanjuranku menghela keputusan..
Janganlah menjadi musuhku..Jadilah teman untukku..Terimalah aku..Sebagai aku ini..Namun....Jika tak kau terima..Maafkan aku....Langkah ini..Takkan terhenti..Hanya keranamu....'
2 ulasan:
nape?
Catat Ulasan